Dari Musrencan Kemenag Lotim

kakanmenag lotimSelong_ Musyawarah Perencanaan Kabupaten Lombok Timur tahun ini sedikit terlambat dilaksanakan dari yang seharusnya bulan Februari atau Maret. Demikian Kepala Kanmenag Lotim H Nasruddin saat membuka kegiatan. Hal ini tentu saja tidak lepas dari terlambatnya “bintang” padaDIPA dicabut pemerintah.

Ditambahkan, Kementerian agama Kabupaten Lombok Timur mempunyai tugas/amanat yang sangat besar dan berat sekaligus mulia dan suci karena luasnya pelayanan kepada masyarakat. Tercatat diantaranya dari jumlah guru dan pegawai paling banyak, pondok pesantren, madrasah, diniyah dan Raudatul Athfal ada dimana-mana, hingga tempat ibadah (masjid, musholla) di Lotim terbanyak dari seluruh Kabupaten/Kota diNTB. merujuk pada jumlah tersebut maka kerja keras dari seluruh elemen Kementerian Agama harus lebih baik dan ditingkatkan dari tahun ke tahun.

Demikian juga antusiasme masyarakat menjadi Jamaah Calon Haji (JCH), Lombok Timur menempati urutan jumlah tertinggi hingga menyebabkan antrian tak kurang dari 10 tahun.

“Ini semua harus kita syukuri dan merupakan tugas serta tanggung jawab kita bersama. Bagaimana kita mengelola, melayani dan menjaganya. Sebagai insan Kementerian Agama, maka di pundak dan di tangan kita semua tugas dan amanat suci dari Allah tersebut disematkan,” Kakanmenag.

Ia pun berharap kepada seluruh elemen Kemenag bekerja dengan baik seuai tupoksi masing-masing, taat dan patuh pada ketentuan yang ada, karena menurutnya, “dengan bersama kita bisa, dengan bersama kita sejahtera, dan dengan bersama semua cita-cita kita wujudkan,” ungkapnya.

Kepada para Kepala KUA yang hadir, kakanmenag mengingatkan agar dalam menjalankan tupoksinya melayani masyarakat dengan baik dan bijak, juga tidak lupa berkoordinasi dengan semua pihak, tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Terkait penyuluh, Kakanmenag mengharapkan agar tenaga penyuluh bisa ditingkatkan, tidak yang itu-itu saja dari tahun ke tahun, karena kembali lagi menyangkut wilayah kerja Kemenag Lotim yang sangat luas sehingga menuntut peningkatan kuantitas tenaga penyuluh.

Demikian juga bantuan bagi lembaga keagamaan tahun ini mengalami penurunan yang signifikan. Dari 140 lembaga penerima bantuan pada tahun 2011, tahun ini turun menjadi hanya 70 buah saja. Melihat kondisi tersebut Kakanmenag mengharapkan bagian perencanaan mengevaluasi hal tersebut.

Pada kesempatan yang sama H Nasruddin menyampaikan lima tujuan diselenggarakannya Musrencan kali ini, yakni untuk menyamakan visi, misi dan persepsi dalam menyusun anggaran, kedua untuk mendapatkan gambaran tentang pencapaian program tahun 2013, ketiga menganalisa hambatan yang muncul serta rekomendasi dan solusinya. Keempat untuk mencari input yang tepat guna menghasilkan output yang tepat juga, dan kelima mejabarkan kebijakan dari atasan baik itu dari tingkat provinsi maupun pusat untuk dilaksanakan dengan baik.

Kakanmenag juga kembali mngingatkan lima hal pokok yang menjadi tanggung jawab aparat Kemenag, yakni meningkatkan kualitas kehidupan beragama di masyarakat, meningkatkan kerukunan umat beragama, meningkatkan kualitas pendidikan dari tingkat RA hingga MA, meningkatkan kualitas pelayanan penyelenggaraan ibadah haji, dan terakhir penciptaan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berwibawa.

Kepada peserta yang terdiri dari pejabat Kemenag, Kepala KUA dan Kepala Madrasah, Kakanmenag mengharapkan kritikan dan masukan demi kemajuan instansi Kementerian Agama. Ia juga mengingatkan agar bersungguh-sungguh dan teliti dalam mebuat rencan strategis karena akan menjadi tolak ukur bagi peningkatan kualitas lembaga dimasa datang.

Sementara itu dalam kesempatan terpisah, Kepala Bagian Tata Usaha Drs H Sirojuddin menghimbau percepatan pelaksanaan dan pencapaian target anggaran melalui laporan, dan peningkatan kualitas pelaksanaan program.

Hal tersebut diamini Kasubbag perencanaan & IK Drs Lalu Asyari. Selaku salah satu pembicara pada Musrencan Kemenag Lotim, ia memperkenalkan sistem pelaporan terbaru, yakni e-MPA (Electronic Monitoring Pelaksanaan Anggaran).e-MPA merupakan sistem yang dikembangkan oleh tim yang dibentuk oleh Sekretaris Jenderal sebagai sarana pengendalian internal dalam rangka monitoring pelaksanaan anggaran pada tingkat satuan kerja di lingkungan Kementerian Agama.

Monitoring pelaksanaan anggaran tersebut diberlakukan untuk seluruh Satuan Kerja dari Pusat hingga Daerah. Sistem dibangun dalam rangka memenuhi kebutuhan pimpinan Kementerian Agama dalam melaporkan pelaksanaan anggaran dan program di lingkungan Kementerian Agama kepada Presiden, DPR, Internal dan masyarakat terutama terkait dengan pelaksanaan kunci yang terdiri dari Renana Kegiatan Pemerintah (RKP), Instruksi Presiden dan kegiatan prioritas Kementerian Agama, demikian Lalu Asyari.

Musrencan kali ini menghadirkan pembicara dari Kanwil Provinsi NTB, KPPN Selong dan dari Kemenag Lotim, dilaksanakan selama dua hari dari tanggal 4 sampai 5 April di Aula Kemenag Lotim.

One thought on “Dari Musrencan Kemenag Lotim

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s