DJJ Guru Bahasa Indonesia

Selong_ Sebanyak tiga puluh guru mata pelajaran Bahasa Indonesia di madrasah mengikuti Diklat Jarak Jauh (DJJ) yang diselenggarakan oleh Balai Diklat Keagamaan Denpasar. Diklat dilaksanakan selama lima bulan dibuka oleh Kepala Badiklat Keagamaan Denpasar H Syari’in M.PdI (25/5/12) di Aula Kemenag Lotim.

Kakanmenag H Nasruddin dalam sambutannya mengatakan berbagai kegiatan diklat yang telah dilaksanakan mempunyai efek yang signifikan terhadap perkembangan prestasi dunia pendidikan di Lombok  Timur. Ini ditunjukan dengan naiknya posisi Indeks Prestasi Manusia (IPM) dari sebelumnya peringkat 7 menjadi peringkat ke-3 Provinsi NTB tahun 2011.

Sebagai wilayah yang memiliki tenaga pendidik terbanyak diNTB, ia pun berharap nantinya dari 12.000 tenaga pendidik yang ada di Lombok Timur, seluruhnya punya kesempatan mengikuti berbagai diklat sesuai bidangnya.

Sementara, Kepala Balai Diklat Keagamaan Denpasar, mengatakan Badiklat Keagamaan Denpasar memprioritaskan program diklat pada peningkatan SDM yang bertugas di madrasah, dan tahun ini lebih diprioritaskan bagi PNS termasuk guru-gurunya. Ditambahkannya, sesuai KMANo 1 tahun 2003 Badiklat kini tidak hanya mendiklat guru PNS tapi juga tenaga honorer/swasta.

Ia juga menjelaskan tentang kriteria Diklat Jarak Jauh, yakni maksimal sampai 6 bulan, dan sistem pembelajarannya lebh banyak menggunakan media internet. Maka untuk menunjang lancarnya pembelajaran DJJ, para peserta dibekali modem untuk mengakses materi di internet. Peserta DJJ diharuskan memiliki email yang nantinya sebagai saran komunikasi antara widyaiswara dan peserta diklat.

Lebih banyaknya pertemuan via email membuat pekerjaan utama tidak terabaikan. “Hingga 5 bulan ke depan, akan dihitung selama 100 jam pelajaran dengan kredit poin 3,3,” demikian Kepala badiklat.

2 thoughts on “DJJ Guru Bahasa Indonesia

  1. Kami sebagai peserta djj berterima kasih kepada Bp Kepala Balai Diklat Dempasar yang telah memprogramkan djj untuk wilayah NTB khususnya. Dengan demikian rekan – rekan guru bidang studi khususnya guru bahasa Indonesia bisa lebih banyak mendapat kesempatan sebagai peserta diklat. Dan pada akhirnya rekan-rekan guru Madrasah akan lebih kompeten di bidangnya.
    Lebih-lebih kalau kita mengacu pada PP No.19 Th.2005 pasal 2 ayat 2 tentang SNP( Standar Nasional Pendidikan) menyatakan bahwa penjaminan dan pengendalian mutu yang sesuai dengan SNP perlu dilakukan dalam 3 program terintegrasi yaitu: Evaluasi, Akriditasi dan Sertifikasi. Ketiga aspek tersebut akan mengarah ke semua aspek pendidikan harus diarahkan pada upaya untuk menjamin terselenggaranya layanan pendidikan bermutu( Quality assurance ) dan memberdayakan mereka yang sudah dievaluasi dan didiklat menghasilkan lulusan pendidikan sesuai standar yang telah ditetapkan. Apalagi Pelajaran bahasa Indonesia adalah mata uji UN Inti yang harus diikuti oleh semua peserta UN di seluruh Indonesi, dari tingkat SD/MI.MTS/SMP dan MA/SMA. Maka perlu terus DJJ ini digalakkan untuk semua mata pelajaran yang di UNkan maupun yang Tidak.
    Demikian dan Terima kasih, Wassalam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s